]

Sebuah Catatan Untuk Sahabat terbaikku


Gurun tandus ini masih kembali menyisakan panasnya dimalam hari.
Kehidupan malam disini memang lebih baik jika dibandingkan jilatan panas matahari disiang hari
tetapi tetap saja, sesak nafasku masih terasa ketika harus mencium udara pasir panas sisa pembakaran seharian tadi.

Malam sudah mulai mengejar pagi
Tak tau kenapa mata ini masih susah sekali ditutup
Serasa ada yang menganjal, padahal besok aku harus bekerja pagi-pagi.
Aku masih menunggu fajar disela-sela gedung bisu yang terus membisu.
Semua sudah terlelap memeluk mimpi-mimpi mereka yang semu
Esok gurun ini akan kembali dibakar oleh panas
dan mungkin akupun akan kembali meleleh karena panasnya.

Sahabat, malam ini aku teringat padamu
Aku selalu teringat obrolan masa kecil kita dulu tentang hujan salju
Tentang panasnya terik gurun
Tentang sebuah mimpi utuk pergi jauh, sejauh-jauhnya mengejar mimpi.
Belasan tahun kita tidak pernah bertemu
jika kau tau aku disini, pasti kau akan sangat terkejut
Jarak telah memisahkan kita dan tak ku tau lagi kau dimana
Yang jelas salam hangat dengan segala kerinduan yang memelukku kini.
My friend, I will be coming home again someday ..

0 Response to "Sebuah Catatan Untuk Sahabat terbaikku"