]

Dunia Kami Bukan Milikmu Lagi, Ayah!


Aku sendiri dalam duniaku .. Mencoba Menalar dan memikirkan semuanya ..
Tapi aku goyah .. Terlempar kesana kemari tanpa tujuan yang jelas .. Kenapa???
Mungkin karena duniaku terlalu dinamis.
Dinamis dengan caranya sendiri, yang hanya mengenal kepahitan dan kebusukan.
Dunia dimana benar tidaklah selalu benar dan dunia dimana kedewasaan menjerat bahkan ketika aku belum bisa berbicara dengan lantang.
Dunia macam apa ini????
Apa salahku sampai semua harus kualami??????
-
Aku yang hanya bisa tertawa ketika semua orang berbicara tentang kehangatan sebuah keluarga.
Mereka berbicara seperti SAMPAH!!
Ya, SAMPAH keharmonisan keluarga yang hanya bisa kita saksikan dalam dunia sinetron!
Ketika mereka bercerita dengan binar bahagia, aku hanya bisa tersenyum simpul.
Ketika mereka meyakini akan suatu ikatan keluarga, aku hanya bisa berpikir BULLSHIT!
Ketila mereka optimis akan masa depannya bersama orang pilihan mereka, aku hanya bisa PESIMIS!! Hahahahahaha!!! Ironis bukan????? Ketika keluarga menjadi suatu hal yang justru kontradiktif dengan pribadi kita .


-
Ya, duniaku.
Ini semua tentang duniaku.
Tentang keanehan, kebencian, amarah, pengkhianatan, kebohongan dan sebutlah segala hal yang buruk, itulah duniaku .. Yang telah akrab denganku hampir selama masa hidupku,DAN TERIMA KASIH UNTUK KAMU!!
-
KAMU ..
Ya, mari sekarang kita berbicara tentang KAMU karena aku sudah MUAK dengan KAMU!!!
KAMU yang sekarang entah berada dimana, -dengan keluarga baru, mungkin-, tak pernah sedikitpun melihat pada KAMI!!!!
KAMI yang hanya berharap sedikit kebahagiaan ketika KAMU akhirnya PERGI!! Tapi ...........ternyata KAMI SALAH!!! Bahkan saat KAMU pergi dari kehidupan KAMI, KAMI tetap merasakan penderitaan yang selama ini KAMU berikan. Tidak sedikitpun berkurang. Tidak sama sekali!
-
Lihat KAMI!!! Lihat KAMI disini!!! Sedikit saja palingkan wajahmu dari dunia barumu dan berpalinglah pada KAMI!!!! Tidakkah kamu lihat?!?!??!
KAMI .. 3 perempuan yang harus menanggung sakit hati dan beban moral karena kelakuan KAMU!!!!
-
Lihat yang paling kecil. Lihat DIA!!!! Tidakkah ada sedikit perasaan luruh pada apa yang selama ini DIA hadapi???? Anak sekecil itu. Anak sekecil itu yang harus melihat dan mengalami trauma tragis pada perilaku KAMU selama ini!!!
KAMU tidak sadar. Yang paling kecil itu, sudah rusak psikis nya. Sudah mati hatinya untuk KAMU. Sudah kenyang pada kebencian karena KAMU. Dan aku membenci KAMU untuk itu semua!
-
Lihat DIA!!!! Yang paling tua. Yang paling tua hanya akan terus memendam segala amarah dan kesedihannya karena KAMU sampai hatinya membeku. KAMU tidak tahu betapa tegarnya DIA ketika berada di depan KAMI. KAMU tidak tahu sakitnya DIA seperti apa. Aku tidak bisa berkata-kata apalagi tentang DIA, karena DIA sungguh perempuan yang hebat, yang tidak pantas KAMU tinggalkan hanya untuk seonggok SAMPAH MURAHAN diluar sana!
-
Lalu bagaimana dengan aku??
Hahahaha .. Aku!! Masihkah KAMU berani menatap mataku?? Hanya untuk mengatakan sepatah dua patah kata.
Aku, yang sudah cukup puas dengan diamku, harus menyaksikan semuanya tanpa aku mau.
Aku yang harus dewasa sebelum waktunya dan kehilangan semua masa kecilku hanya karena SAMPAH yang KAMU bawa kedalam duniaku.
Sudah cukupkah aku membenci KAMU? ??
BELUM!!! Aku BELUM cukup membenci KAMU!!! Dan tidak akan pernah cukup!!!!!!
-
KAMU tahu?? Duniaku, dunia KAMI, memang berantakan dan hancur karena KAMU.
Tapi nanti, suatu saat nanti, akan aku tunjukkan bahwa KAMI dapat hidup lebih baik tanpa KAMU.
Akan aku bayar kehancuran yang telah KAMU berikan pada KAMI dengan memberikan kebahagiaan kepada mereka.
Dan duniaku, dunia KAMI, akan tetap terus berjalan tanpa KAMU!!
Dunia kami bukan milikmu lagi, Ayah!

0 Response to "Dunia Kami Bukan Milikmu Lagi, Ayah!"